SUBNETTING
PENGERTIAN
Subnetting merupakan teknik pemecahan network menjadi beberapa
subnetwork yang lebih kecil dengan cara mengorbankan bit Host ID pada subnet
mask untuk dijadikan Network ID baru. Seorang Network Administrator sering kali
membutuhkan pembagian network dari suatu IP Address yang telah diberikan oleh
Internet Service Provider (ISP). Alasannya karena persedian IP Address pada
saat ini sangat terbatas akibat menjamurnya situs-situs di internet. Subnetting
hanya dapat dilakukan pada IP addres kelas A, IP Address kelas B dan IP Address
kelas C. Dengan subnetting akan menciptakan beberapa network tambahan, tetapi
mengurangi jumlah maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut.
TUJUAN SUBNETTING
Setelah kita memahami mengenai pengertian dari subnetting, ada baiknya
kita menguraikan apa saja tujuan dari adanya subnetting. Untuk itu kami uraikan
sebagai berikut :
1.
Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam
sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address
2.
Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media
fisik yang digunakan daam suatu network, karena Router IP hanya dapat
mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap
network memiliki address network yang unik.
3.
Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya
kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.
4.
Untuk mengefisienkan pengalamatan (misal untuk
jaringan yang hanya mempunyai 10 host, kalau kita menggunakan kelas C saja
terdapat 254 - 10 =244 alamat yang tidak terpakai).
5.
Membagi satu kelas netwok atas sejumlah
subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang
lebih kecil.
6.
Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu
jaringan atau tidak.
7.
Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware
dengan topologi fisik jaringan.
PERHITUNGAN SUBNETTING
Subnetting dilakukan pada saat konfigurasi interface. Penerapan subnet
mask pada IP Address akan mendefinisikan 2 buah address baru, yakni Network
Address dan Broadcast Address. Network address didefinisikan dengan menset
seluruh bit host berharga 0, sedangkan broadcast address dengan menset bit host
berharga 1.
Network address adalah alamat network yang berguna pada informasi
routing. Suatu host yang tidak perlu mengetahui address seluruh host yang
ada pada network yang lain. Informasi yang dibutuhkannya hanyalah address dari
network yang akan dihubungi serta gateway untuk mencapai network tersebut.
Ilustrasi mengenai subnetting, network address dan broadcast address dapat
dilihat pada Tabel di bawah. Dari tabel dapat disimpulkan bagaimana nomor
network standard dari suatu IP Address diubah menjadi nomor subnet / subnet
address melalui subnetting.
|
Address
|
Network Address Standard
|
Subnet Mask
|
Interprestasi
|
Broadcast Address
|
|
44.132.1.20
|
44.0.0.0
|
255.255.0.0 (16 bit)
|
Host 1.20 pada subnet 44.132.0.0
|
44.132.255.255
|
|
81.150.2.3
|
81.0.0.0
|
255.255.255.0 (24 bit)
|
Hoat 3 pada subnet 81.50.2.0
|
81.50.2.255
|
|
192.168.2.100
|
192.168.0.0
|
255.255.255.12.8 (25 bit)
|
Host 100 pada Subnet 192.168.2.0
|
192.168.2.127
|
|
192.168.2.130
|
192.168.0.0
|
255.255.255.192 (26 bit)
|
Host 130 pada subnet 192.168.2.128
|
192.168.2.191
|
Subnetting hanya berlaku pada network lokal. Bagi network di luar
network lokal, nomor network yang dikenali tetap nomor network standard menurut
kelas IP Address
Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary
yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua
pertanyaan tentang subnetting berkisar di empat masalah:
Jumlah Subnet,
Jumlah Host per Subnet,
Blok Subnet, dan
Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah 192.168.1.2. Namun ada juga yang
ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya?
Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0.
kenapa bisa begitu,.???karena /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit
subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya
adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang
disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama
kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa
digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
Subnet Mask Nilai CIDR
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti
11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan
tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per
subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan
dengan urutan seperti itu:
1.
Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya
binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3
oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
2.
Jumlah Host per Subnet = 2y 2, dimana y adalah
adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet.
Jadi jumlah host per subnet adalah 26 2 = 62 host
3.
Blok Subnet = 256 192 (nilai oktet terakhir
subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi
subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
4.
Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang
valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1
angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet 192.168.1.0 192.168.1.64 192.168.1.128 192.168.1.192
Host Pertama 192.168.1.1 192.168.1.65 192.168.1.129 192.168.1.193
Host Terakhir 192.168.1.62 192.168.1.126 192.168.1.190 192.168.1.254
Broadcast 192.168.1.63 192.168.1.127 192.168.1.191 192.168.1.255
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B
berbeda teknik terutama untuk oktet yang dimainkan berdasarkan blok subnetnya.
CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok
subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang
dimainkan di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok
subnet kita mainkan di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga
berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti
11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
1.
Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya
binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
2.
Jumlah Host per Subnet = 2y 2, dimana y adalah
adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi
jumlah host per subnet adalah 214 2 = 16.382 host
3.
Blok Subnet = 256 192 = 64. Subnet berikutnya
adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128,
192.
4.
Alamat host dan broadcast yang valid
Subnet 172.16.0.0 172.16.64.0 172.16.128.0 172.16.192.0
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.64.1 172.16.128.1 172.16.192.1
Host Terakhir 172.16.63.254 172.16.127.254 172.16.191.254
172.16.255.254
Broadcast 172.16.63.255 172.16.127.255 172.16.191.255 172.16..255.255
Berikutnya percobaan lagi untuk Class B khususnya untuk yang
menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address
172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti
11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
1.
Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
2.
Jumlah Host per Subnet = 27 2 = 126 host
3.
Blok Subnet = 256 128 = 128. Jadi lengkapnya
adalah (0, 128)
4.
Alamat host dan broadcast yang valid.
Subnet 172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 172.16.255.128
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 172.16.255.129
Host Terakhir 172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 172.16.255.254
Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 172.16.255.255
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Berlanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah
di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir),
kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4
(3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting
class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti
11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
1.
Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
2.
Jumlah Host per Subnet = 216 2 = 65534 host
3.
Blok Subnet = 256 255 = 1. Jadi subnet
lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
4.
Alamat host dan broadcast yang valid
Subnet 10.0.0.0 10.1.0.0 10.254.0.0 10.255.0.0
Host Pertama 10.0.0.1 10.1.0.1 10.254.0.1 10.255.0.1
Host Terakhir 10.0.255.254 10.1.255.254 10.254.255.254 10.255.255.254
Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 10.254.255.255 10.255.255.255
CONTOH SOAL SUBNETTING
CONTOH 1:
Suatu perusahaan mendapatkan IP adress dari suatu ISP 160.100.0.0/16,
perusahan tersebut mempunyai 30 departemen secara keseluruhan, dan ingin semua
departemen dapat akses ke internet. Tentukan network tiap departemen ?
Solusi ;
1.
Tentukan berada dikelas mana ip tersebut ? B
2.
Berapa jumlah network yang dibutuhkan ?
dengan rumus 2n > network yang dibutuhkan 25 >
30
3.
Ubah menjadi biner
network-portion host-portion
10100000 01100100
00000000 00000000
11111111 11111111 00000000 00000000
4.
Ambil bit host-portion sesuai dengan kebutuhkan
network, sehingga network-portion host-portion
10100000 01100100 _ _ _ _ _ 000 00000000
11111111 11111111 1 1 1 1 1 000 00000000
perhatikan oktet ketiga
_ _ _ _ _ 000
1 1 1 1 1 000
CARA 1
Dengan mengkombinasikan bit
00001 000 = 8
00010 000 = 16
00011 000 = 24
00100 000 = 32
00101 000 = 40
00110 000 = 48
11111 000 = 248
CARA 2
Mengurangi subnet mask dgn bilangan 256
11111 000 = 248
256 248 = 8 maka subnetwork adalah kelipatan 8
No Depertemen Subnetwork (255.255.248.0)
1.
1 Pertama 160.100.8.0
2.
2 Kedua 160.100.16.0
3.
3 Ketiga 160.100.24.0
4.
4 Keempat 160.100.32.0
5.
5 Kelima 160.100.40.0
6.
6 Keenam 160.100.48.0
7.
7 Ketujuh 160.100.56.0
.. .
30 Ketigapuluh 160.100.248.0
Maka
Network Broadcast Range-Hoat
160.100.8.0 160.100.15.255 160.100.8.1 160.100.15.254
160.100.16.0 160.100.23.255 160.100.16.1 160.100.23.254
160.100.24.0 160.100.31.255 160.100.24.1 160.100.31.254
160.100.32.0 160.100.39.255 160.100.32.1 160.100.39.254
160.100.40.0 160.100.47.255 160.100.40.1 160.100.47.254
160.100.48.0 160.100.55.255 160.100.48.1 160.100.55.254
160.100.56.0 160.100.63.255 160.100.56.1 160.100.63.254
160.100.64.0 160.100.71.255 160.100.64.1 160.100.71.254
160.100.72.0 160.100.79.255 160.100.72.1 160.100.79.254
.. . .
160.100.248.0 160.100.255.255 160.100.248.1 160.100.255.254
CONTOH 2
Sebagai gambaran untuk mengenal teknik subnetting ini contoh kasusnya
kira-kira seperti berikut:
Misalkan disebuah perusahaan terdapat 200 komputer (host). Tanpa
menggunakan subnetting maka semua komputer (host) tersebut dapat kita hubungkan
kedalam sebuah jaringan tunggal dengan perincian sebagai berikut:
Misal kita gunakan IP Address Private kelas C dengan subnet mask
defaultnya yaitu 255.255.255.0 sehingga perinciannya sebagai berikut:
Network Perusahaan
Alamat Jaringan : 192.168.1.0
Host Pertama : 192.168.1.1
Host Terakhir : 192.168.1.254
Broadcast Address : 192.168.1.255
Misalkan diperusahaan tersebut terdapat 2 divisi yang berbeda sehingga
kita akan memecah network tersebut menjadi 2 buah subnetwork, maka dengan
teknik subnetting kita akan menggunakan subnet mask 255.255.255.128 (nilai
subnet mask ini berbeda-beda tergantung berapa subnetwork yang akan kita buat)
sehingga akan menghasilkan 2 buah blok subnet, dengan perincian sebagai
berikut:
Network Divisi A
Alamat Jaringan / Subnet A : 192.168.1.0
Host Pertama : 192.168.1.1
Host Terakhir : 192.168.1.126
Broadcast Address : 192.168.1.127
Network Divisi B
Alamat Jaringan / Subnet B : 192.168.1.128
Host Pertama : 192.168.1.129
Host Terakhir : 192.168.1.254
Broadcast Address : 192.168.1.255
Dengan demikian dengan teknik subnetting akan terdapat 2 buah
subnetwork yang masing-masing network maksimal terdiri dari 125 host
(komputer). Masing-masing komputer dari subnetwork yang berbeda tidak akan bisa
saling berkomunikasi sehingga meningkatkan security dan mengurangi terjadinya
kongesti. Apabila dikehendaki agar beberapa komputer dari network yang berbeda
tersebut dapat saling berkomunikasi maka kita harus menggunakan Router.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar